Dashboard ini dikembangkan untuk membantu memantau kondisi jaringan CCTV secara real-time melalui satu tampilan terpusat. Informasi seperti status kamera, konektivitas, distribusi gangguan, progres penanganan, hingga tren performa disajikan secara interaktif sehingga memudahkan proses monitoring, analisis, dan pengambilan keputusan.
Dashboard ini membantu proses monitoring menjadi lebih cepat, terstruktur, dan berbasis data. Dengan seluruh informasi yang terintegrasi dalam satu tampilan, tim dapat mengidentifikasi gangguan lebih awal, memprioritaskan penanganan berdasarkan tingkat urgensi, serta melakukan evaluasi performa secara berkala. Hasilnya, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan penggunaan laporan manual.
Klik di sini.
untuk tampilan detail Dashboard selengkapnya
Dashboard dilengkapi dengan filter interaktif yang memungkinkan pengguna melakukan analisis berdasarkan periode, lokasi, maupun kategori data. Seluruh visualisasi akan menyesuaikan secara otomatis sehingga proses eksplorasi data menjadi lebih cepat dan efisien.
Bagian ini menampilkan indikator utama seperti jumlah kamera terdaftar, total site, kamera aktif, serta kamera yang mengalami gangguan. Seluruh KPI dirancang agar pengguna dapat memahami kondisi operasional hanya dalam beberapa detik.
Visualisasi berbentuk donut chart digunakan untuk menunjukkan proporsi kamera yang berstatus online dan offline. Dengan visual yang sederhana, pengguna dapat langsung mengetahui tingkat ketersediaan (availability) sistem CCTV.
Bar chart digunakan untuk mengelompokkan penyebab kamera mengalami status offline berdasarkan kategori gangguan. Visualisasi ini membantu mengidentifikasi faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya downtime.
Panel monitoring DVR menampilkan jumlah perangkat recording yang masih aktif maupun mengalami gangguan. Visual ini digunakan sebagai indikator kesehatan perangkat pendukung sistem CCTV.
Peta interaktif digunakan untuk memperlihatkan persebaran lokasi CCTV berdasarkan area cabang operasional. Pengguna dapat mengetahui lokasi gangguan secara geografis tanpa harus mencari data secara manual.
Visualisasi horizontal bar digunakan untuk memantau status penyelesaian pekerjaan mulai dari Follow Up, On Progress hingga Closed. Dashboard membantu memastikan setiap pekerjaan dapat dipantau secara transparan.
Dashboard menganalisis usia setiap tiket gangguan berdasarkan rentang waktu penyelesaian. Visual ini membantu mengidentifikasi pekerjaan yang berpotensi melewati SLA.
Grafik time series digunakan untuk memperlihatkan tren jumlah kamera online dan offline setiap hari. Visualisasi ini membantu menemukan pola, lonjakan gangguan, maupun indikasi penurunan performa sistem.
Grafik tahunan menyajikan ringkasan jumlah kamera offline berdasarkan periode tahunan sehingga memudahkan evaluasi performa dari waktu ke waktu. pada tahun
Bagian akhir dashboard berisi data secara lengkap yang dapat ditampilakan secara keseluruhan. Pengguna tetap dapat melakukan pencarian dan validasi data tanpa harus berpindah ke sumber data utama.
Klik di sini. untuk tampilan detail Dashboard selengkapnya
Installation Dashboard membantu meningkatkan efektivitas monitoring proyek dengan menghadirkan seluruh informasi penting dalam satu platform yang terintegrasi. Dashboard ini memungkinkan tim memantau progres instalasi secara real-time, mengevaluasi performa setiap cabang dan vendor, serta mengidentifikasi pekerjaan yang membutuhkan tindak lanjut lebih cepat. Melalui visualisasi yang interaktif dan berbasis data, proses pelaporan menjadi lebih efisien, koordinasi antar tim meningkat, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terukur.
Dashboard dilengkapi dengan filter interaktif yang memungkinkan pengguna melakukan analisis berdasarkan Business Unit, Vendor, Issue, maupun periode tertentu. Seluruh komponen visual akan diperbarui secara otomatis sesuai filter yang dipilih sehingga proses eksplorasi data menjadi lebih cepat dan fleksibel.
menyajikan indikator utama yang menggambarkan kondisi operasional secara keseluruhan, seperti Total Channel, Total Installation, Total Camera, dan Total Maintenance. Selain itu, dashboard juga menampilkan ringkasan jumlah pekerjaan berdasarkan masing-masing vendor. Melalui tampilan ini, pengguna dapat memperoleh gambaran umum mengenai performa proyek hanya dalam beberapa detik
Visualisasi berbentuk donut chart digunakan untuk menampilkan komposisi jenis pekerjaan instalasi, seperti penambahan unit CCTV, instalasi DVR/NVR, maupun pekerjaan yang telah selesai. Penyajian dalam bentuk proporsi memudahkan pengguna memahami distribusi aktivitas instalasi secara keseluruhan.
Grafik perbandingan antar cabang menampilkan jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan pada setiap Cabang. Visualisasi ini memudahkan pengguna membandingkan performa cabang dalam menangani aktivitas instalasi.
Dashboard mengelompokkan aktivitas instalasi berdasarkan kategori pekerjaan, seperti Additional CCTV, Replacement, Installation, maupun Closed Design. Visualisasi ini memberikan gambaran mengenai distribusi jenis layanan yang dikerjakan selama periode tertentu.
Grafik maintenance menampilkan jumlah aktivitas pemeliharaan pada setiap cabang sehingga memudahkan proses monitoring terhadap beban pekerjaan masing-masing wilayah. Dengan visualisasi yang sederhana, pengguna dapat langsung mengetahui cabang dengan kebutuhan maintenance tertinggi.
Visualisasi ini memperlihatkan jumlah instalasi CCTV yang berhasil diselesaikan pada setiap cabang. Perbandingan antar cabang membantu manajemen dalam mengevaluasi pencapaian proyek di berbagai wilayah operasional.
Grafik tahunan digunakan untuk memantau perkembangan jumlah instalasi dari tahun ke tahun. Analisis historis ini membantu pengguna melihat tren pertumbuhan proyek serta perubahan volume pekerjaan dalam jangka panjang.
Dashboard memantau status penyelesaian aktivitas maintenance melalui kategori seperti Done dan Reason QA. Visualisasi ini memberikan gambaran mengenai progres pekerjaan sehingga tim dapat memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai target.
Aging Analysis digunakan untuk mengukur waktu penyelesaian pekerjaan berdasarkan rentang hari. Melalui visualisasi ini, pengguna dapat mengidentifikasi pekerjaan yang selesai tepat waktu maupun pekerjaan yang memerlukan perhatian karena memiliki durasi penyelesaian yang lebih lama.
Bagian akhir dashboard menyajikan data operasional secara detail yang mencakup informasi proyek, lokasi, vendor, status pekerjaan, PIC, tanggal penyelesaian, hingga aging pekerjaan. Tabel ini dirancang sebagai sumber informasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan validasi, pelacakan proyek, maupun analisis lebih lanjut.
Klik di sini. untuk tampilan detail Dashboard selengkapnya
Finding Report Dashboard membantu Manjemen meningkatkan efektivitas proses inspeksi dengan menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap hasil temuan, tingkat risiko, dan progres penyelesaiannya. Dashboard ini memungkinkan tim operasional memprioritaskan penanganan berdasarkan urgensi, memantau kinerja penyelesaian secara berkelanjutan, serta mengevaluasi pola temuan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Dengan seluruh informasi yang terintegrasi dalam satu platform, proses pelaporan menjadi lebih cepat, transparan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat serta berbasis data
Dashboard menyediakan filter interaktif berdasarkan Business Unit, kategori, periode inspeksi, dan status penyelesaian. Seluruh visualisasi saling terhubung sehingga setiap filter yang dipilih akan memperbarui seluruh informasi secara otomatis
mmenyajikan indikator utama yang memberikan gambaran cepat mengenai kondisi hasil inspeksi. Informasi seperti total temuan serta distribusi temuan berdasarkan masing-masing vendor ditampilkan dalam bentuk scorecard yang mudah dipahami.
Visualisasi berbentuk donut chart digunakan untuk mengelompokkan seluruh temuan berdasarkan tingkat risiko, mulai dari High, Medium, hingga Low.
Dashboard menampilkan distribusi jumlah temuan berdasarkan kategori kasus yang ditemukan selama proses inspeksi. Visualisasi ini membantu mengidentifikasi jenis permasalahan yang paling sering terjadi sehingga organisasi dapat memahami pola gangguan yang berulang.
Grafik horizontal digunakan untuk membandingkan jumlah temuan pada setiap area operasional. visualisasi ini, pengguna dapat mengetahui lokasi yang memiliki tingkat temuan tertinggi sehingga proses monitoring lapangan dapat dilakukan secara lebih terfokus.
Dashboard menyediakan tabel ringkasan yang menampilkan kategori temuan dengan frekuensi kejadian tertinggi.
Visualisasi ini menyajikan jumlah temuan berdasarkan masing-masing cabang sehingga pengguna dapat membandingkan performa operasional antar lokasi.
Dashboard memonitor perkembangan penyelesaian hasil inspeksi melalui status seperti Confirmed dan Closed. Visualisasi ini memberikan transparansi terhadap seluruh proses tindak lanjut sehingga pengguna dapat memastikan setiap temuan mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Grafik tahunan digunakan untuk memperlihatkan perkembangan jumlah temuan dari tahun ke tahun. Analisis historis ini membantu mengevaluasi efektivitas program perbaikan yang telah dijalankan serta mengukur perubahan kualitas operasional secara berkelanjutan.
Visualisasi ini membandingkan jumlah temuan berdasarkan masing-masing vendor sehingga pengguna dapat melihat pola performa setiap vendor secara lebih objektif.
Analisis aging digunakan untuk mengukur durasi penyelesaian setiap temuan berdasarkan rentang waktu tertentu.
Bagian akhir dashboard menyajikan data operasional secara rinci yang mencakup tanggal inspeksi, kategori temuan, cabang, PIC, deskripsi permasalahan, serta status penyelesaian. Data ini berfungsi sebagai referensi utama bagi tim operasional untuk melakukan validasi, investigasi, maupun pelacakan terhadap setiap hasil inspeksi.